Mantan Yoochun, Hwang Hana Ditangkap Kasus Narkoba & Diduga Ikut Sebarkan Video Seks

Mantan Yoochun, Hwang Hana Ditangkap Kasus Narkoba & Diduga Ikut Sebarkan Video Seks

k-pop.web.id – Mantan Yoochun, Hwang Hana Ditangkap Kasus Narkoba & Diduga Ikut Sebarkan Video Seks, Setelah sebelumnya dicurigai memiliki keterlibatan dengan kasus narkoba, Hwang Hana mantan tunangan Yoochun JYJ resmi ditangkap. Cucu dari founder Namyang Dairy tersebut ditangkap atas tuduhan memakai dan mengedarkan narkoba.

Diungkapkan, Hwang Hana diduga terlibat dalam beberapa kasus narkoba. Namun ia selalu berhasil lolos, bahkan polisi kesulitan untuk meminta surat pemeriksaan bagi pewaris tersebut. Di sisi lain, Hwang Hana juga tidak pernah mau datang memenuhi panggilan kepolisian.

Baca juga : Kai EXO ‘Melongo’ Editan Krystal f(x) & Jennie BLACKPINK

Polisi juga sebelumnya gagal meminta surat penggeledahan dan penyitaan terhadap Hwang Hana, tapi setelah kasus ini terungkap ke publik Tim Narkoba kepolisian Provinsi Geyonggi berhasil mengantongi surat penangkapan untuk Hwang Hana.

1. Penangkapan Hwang Hana

Sederetan media Korea telah memberitakan penangkapan Hwang Hana hari ini, Kamis (4/4/2019). Wanita yang dikenal sebagai sosok sosialita dan sekaligus mantan blogger itu ditangkap atas tuduhan memakai dan mengedarkan narkoba.

Saat ditangkap, Hwang Hana terlihat memakai hoodie berwarna oranye. Ia juga menutup wajah menggunakan topi sekaligus masker, di tangannya juga telah terpakai borgol.

2. Komentar Sahabat

Seorang netizen menyatakan kalau Hwang Hana memanfaatkan video seks untuk mengancam orang lain, “Hwang Hana menggunakan video seks untuk mengancam banyak orang. Aku tidak tahu dari mana dia mendapatkan video-video tersebut… Tidak hanya satu atau dua korban. Aku mendapat kabar kalau ada sampai empat orang.”

Seperti yang dilansir Allkpop, bahkan sahabat Hwang Hana tampak tidak terkejut dengan kabar yang beredar. “Dia memang sudah terkenal melakukan hal-hal itu,” tukasnya.

Jika terbukti menyebarkan video seks ilegal, Hwang Hana bisa dipenjara sampai lima tahun atau membayarkan denda maksimal 30 juta Won atau sampai Rp 375,7 juta.

Related posts